Memadukan Home Visit, Pembelajaran Daring, dan Luring

Bagikan

oleh DS

Suryani, S.Pd, M.Pd, sebagaimana kepala sekolah lain langsung menghadapi beragam tantangan begitu pandemi Covid-19 menerjang Indonesia, tak terkecuali di Deli Serdang, Sumatera Utara. SDN 105855 PTPN II Tanjung Morawa yang dipimpinnya, awalnya belum siap dengan perubahan, sarpras sekolah belum memadai, anggaran untuk pandemi covid-19 belum tahu sampai kapan, kemampuan guru terkait pembelajaran daring, dan beragam pemahaman pandemi covid-19 bagi warga sekolah.

“Alhamdulillah, baik sekolah, orangtua siswa, dan siswa hanya keterkejutan beberapa saat di awal pandemi.  Ketika sudah dijelaskan masalah pandemi, sekolah, siswa, dan orangtua siswa dapat memahami dan apa yang harus dilakukan,” kata Suryani.

Suryani sebagai pembicara pertama, menyampaikannya pada Webinar Seri Guru Belajar episode ke-20, pada Senin, 3 Agustus 2020. Seri Webinar diselenggarakan secara berkelanjutan oleh Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Dit. P3GTK) sepanjang bulan Juli 2020. Webinar dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis, pukul 09.00-11.00 melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube, P3GTK Kemdikbud

Persiapan Tahun Ajaran Baru

Memasuki tahun ajaran 2020/2021, SDN 105855 PTPN II Tanjung Morawa sudah melakukan persiapan Belajar dari Rumah (BDR). Sejumlah kegiatan persiapan meliputi: evaluasi BDR yang lalu melibatkan guru, siswa, orangtua, komite, dan pengawas sekolah; mencari formula baru model pembelajaran yang tepat sesuai kondisi sekolah; berdiskusi melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bersama pengawas sekolah mengkaji formula baru pembelajaran; merencanakan anggaran/revisi RKAS disesuaikan masa pandemi; dan menyusun program pelaksanaan BDR.

Sekolah juga mendata kondisi 547 siswa/orangtua siswa, khususnya kondisi ekonomi, kesiapan siswa dalam memiliki ponsel android/laptop untuk pembelajaran. Sekolah juga mendata apakah ada keluarga siswa yang terkena Covid-19.

“Alhamdulillah hingga sekarang tidak ada siswa dan keluarga siswa yang terkena covid-19. Sebagai gambaran, sekolah kami berada dalam kompleks PTPN II, yang di dalamnya ada Rumah Sakit GL Tobing, sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di Sumatera Utara,” kata Suryani. 

Pelaksanaan BDR mengombinasikan daring, luring, dan home visit. Guru kelas membentuk grup WA kelas dan paguyuban. “Untuk pembelajaran home visit guru membagi kelompok belajar sebagai titik kumpul home visit, maksimal 6 siswa,” kata Suryani.

Kegiatan persiapan lainnya adalah menganalisis kalender pendidikan; menganalisis Kompetensi Dasar/materi ajar untuk mengurangi beban belajar anak; mapel PJOK lebih menekankan kepada kesehatan; menentukan waktu pelaksanaan daring, luring, dan home visit; mempersiapkan buku tema/pendukung/perpustakaan; mempersiapkan materi/lembar kerja/modul/ media/alat peraga; dan mengundang orangtua ke sekolah.

Home Visit Kelompok Siswa

Home visit dilakukan karena sebagian besar siswa menginginkan. Agar dapat terlaksana baik, pelaksanaan home visit diatur dengan sejumlah ketentuan. Pelaksanaan home visit pada hari Senin-Kamis, antara pukul 08.00-12.00. Setiap hari hanya dilakukan untuk satu kelompok belajar di setiap jenjang.

Home visit dilakukan dengan membentuk kelompok belajar, dengan anggota kelompok maksimal 6 anak. Setiap kelompok belajar 120 menit. Sebelum pembelajaran dimulai, 15 menit sebelumnya, siswa sudah hadir di titik kumpul. “Saya sendiri juga melakukan kunjungan melihat pelaksanaan pembelajaran home visit,” kata Suryani.

Kombinasi Daring dan Luring

PJJ luring dilaksanakan pada hari Senin-Jumat di rumah siswa masing-masing. Guru memberikan tugas atau bahan ajar untuk 1 subtema/minggu. PJJ luring diharapkan selalu didampingi orangtua/wali. Guru memantau pembelajaran melalui grup WA. Siswa dipersilakan berkomunikasi dengan guru melalui grup WA jika mengalami kesulitan dan kendala belajar.

Sementara untuk PJJ daring dilakukan setiap hari. Pembelajaran daring hanya diikuti siswa yang tidak mengikuti PJJ luring dan home visit. Jumlahnya memang tidak banyak. “Waktu daring sesuai kesepakatan guru dan siswa. Setiap pembelajaran daring hanya dalam waktu 60 menit,” kata Suryani.

Artikel Terkait