Merdeka Belajar Solusi Meraih Prestasi

Bagikan

oleh DS

“Tugas penilik dalam Merdeka Belajar adalah sebagai pengendali mutu. Penilik harus memberikan support, arahan kepada lembaga, tutor, guru, instruktur agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan nyaman,” kata Dr. Tasim Setiabudi, Ketua Umum Ikatan Penilik Indonesia (IPI).

 

Tasim menyampaikannya pada Seri Webinar Guru Berbagi edisi ketujuh yang mengangkat tema “Pengendalian Mutu Peserta Didik dalam Kerangka Merdeka Belajar”. Seri Webinar Guru Berbagi diselenggarakan maraton sepanjang bulan Juli 2020 oleh Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Dit. P3GTK). Webinar dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis, melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube, P3GTK Kemdikbud. 

 

Tasim sebagai pembicara terakhir membahas makalahnya dalam empat bagian, yakni: 1) implementasi pengendalian mutu dalam kerangka merdeka belajar; 2) subjek dan objek sasaran merdeka belajar; 3) Faktor pendukung/penghambat dalam implementasi merdeka belajar; dan 4) pelaksanaan Merdeka belajar dalam menghadapi masa new normal atau kenormalan baru?

 

Pelaksanaan pengendalian mutu dalam kerangka merdeka belajar yang harus dilakukan penilik, adalah melalui kegiatan pendampingan terhadap kepala lembaga dan guru/tutor/instruktur. “Pendampingannya mulai perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pembimbingan, dan penyusunan pelaporan,” kata Tasim, yang juga penilik pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kawarang.

 

Ada banyak Faktor pendukung Merdeka Belajar. Di antaranya meliputi: 1) kesiapan sikap mental pendidik; 2) kemampuan pendidik yang handal; sarana dan prasarana yang lengkap; 3) perkembangan media teknologi yang semakin canggih; Kreatifitas guru dalam mengajar peserta didik; 4) lingkungan fisik yang mendukung seperti penerangan, kursi, meja belajar, sumber belajar dan alat belajar; 5) alat komunikasi/gadget, orang tua yang selalu siap standby menemani anak; 6) guru yang semakin kreatif dalam mengajar jarak jauh.

 

Tasim juga mencermati ada sejumlah faktor penghambat. Di antaranya adalah kesulitan menghadapi perbedaan karakter peserta didik; perbedaan individu seperti intelegensi, watak dan latar belakang; kesulitan menetukan materi pendidikan kejiwaan; juga kesulitan dalam menyesuaikan materi pelajaran.

 

“Anak malas akan menjadi semakin malas belajar kerena waktu pembelajaran lebih bebas. Jaringan internet yang tidak mendukung juga menjadi penghambat,” katanya. Penghambat lainnya adalah orang tua siswa yang kurang memahami pembelajaran melalui jarak jauh; pengeluaran biaya keluarga bertambah untuk pembelian ponsel pintar dan paket internet.

 

Pelaksanaan Merdeka Belajar pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dilakukan dengan sejumalh kegiatan, di antaranya, melalui pendampingan penilik, kepala sekolah dan guru diarahkan untuk tetap malaksanakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

 

“Kepala lembaga dan pendidik juga harus mampu membentuk tim teaching yang handal.  Sarana dan prasarana lembaga yang belum lengkap harus dilengkapi untuk mendukung dalam proses pembelajaran. Kreativitas kepala lembaga dan pendidik harus lebih ditingkatkan,” kata Tasim.  Lembaga penyelenggara Pendidikan nonformal juga harus melengkapi peralatan protocol Kesehatan dan TIK.

 

Selain itu, kegiatan pembelajaran dilakukan tidak melalui daring saja, guru dapat mendatangi peserta didik dari rumah ke rumah. Untuk memperlancar proses pembelajaran, guru juga mendapat subsidi untuk penyediaan kuota internet. Guru juga harus bisa menyajikan pembelajaran yang terencana dan efektif karena keterbatasan waktu. Guru harus mampu menyatukan persepsi dan konsentrasi anak didik yang serba berjauhan.

 

Masa AKB juga menjadi momentum untuk memperbaiki system penyelenggaraan pendidikan yang monoton. “Penilik bertugas mengarahkan kepala lembaga dan guru menjadi kepala sekolah dan guru penggerak. Dengan adanya guru penggerak, akan dirancangan program pelatihan daring, lokakarya, konferensi dan pendampingan sebagai calon guru penggerak dalam merdeka belajar,” katanya.

Artikel Terkait