PERAN PENGAWAS SEKOLAH YANG “PROTAJARAK” DI MASA ADAPTASI KENORMALAN BARU

Bagikan

oleh P3GTK

Jakarta, Direktorat P3GTK, Kemendikbud--- Beragam kondisi mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran dari rumah selama pandemi. Dari sisi geografis, Indonesia memiliki kondisi wilayah yang berbeda-beda. Dari segi pendidik dan tenaga kependidikan kompetensinya pun beragam, sehingga mempengaruhi hasil pembelajaran dari rumah.

 

“Saat ini proses pembelajaran dengan dukungan literasi digital sangat penting. Dengan literasi digital diharapkan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Mau tidak mau pendidik dan pengawas sekolah harus melakukan literasi digital,” kata Toyib, S.Pd., M.Pd., Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

 

Toyin menjadi pembicara ketiga pada Seri Webinar Guru Belajar edisi keempat, bertema “Peran dan Profil Pengawas Sekolah pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal)”. Webinar diselenggarakan Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan GTK pada Senin, 6 Juli 2020, pukul 09.00-11.00, melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung di kanal Youtube, P3GTK Kemendikbud. 

 

Melaksanakan Tugas Pengawas

 

Pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) seorang pengawas sekolah harus memiliki pola pikir baru. Kebiasaan yang sudah dilakukan selama masa pandemi menjadi kebiasaan baru. “Tentunya salah satu yang menjadi poinnya adalah penggunaan ICT dalam pengawasan sekolah,” kata Toyib.

 

Ada sejumlah langkah untuk memperkuat kepengawasan era digital. Dimulai dari komunikasi daring melalui grup whatsapp yang memudahkan dalam komunikasi dengan sekolah binaan, baik dengan kepala sekolah maupun guru. Langkah selanjutnya adalah penggunaan drive, online meeting, online training, online learning, dan monev. “Penyimpanan data, sudah saatnya menggunakan penyimpanan maya melalui drive dalam penyimpanan cloud. Tujuannya agar semua data yang didapatkan terkumpul dalam satu aplikasi,” kata Toyib. Monitoring dan evaluasi pembinaan kepada sekolah binaan dapat dimonitor secara daring agar pengawasannya dapat terkontrol.

 

Protajarak: Profesional, Tangguh, Bertanggung Jawab, dan Berkarakter

Toyib juga punya formula bagi pengawas sekolah, yakni harus profesional, tangguh, bertanggung jawab, dan berkarakter yang disingkat menjadi Protajarak. Profesional artinya pengawas harus memiliki kompetensi dalam melakukan tupoksinya sebagai pengawas pada masa pandemi yang disesuaikan dengan karakteristik sekolah binaan masing-masing.

 

Pengawas juga harus bisa menggunakan aplikasi sebagai sarana dalam melaksanakan kepengawasan di masa normal baru nanti. Mau tidak mau pengawas sekolah harus menggunakan ICT di dalam proses kepengawasan, serta pengembangan diri.  

 

Menurut Toyib, pengawas sekolah juga harus Tangguh, dengan memiliki sifat kuat jasmani rohani, sabar menjalankan tugas, handal menguasai bidang kepengawasan, serta berpendirian kukuh dalam menjalankan kepengawasan.

 

Sementara dari segi karakter pengawas harus memiliki lima nilai karakter utama, seperti religius, nasionalis, kemandirian,  integritastas dan gotong royong. “Ini sangat mendukung dalam kegiatan pengawasan kita sehingga kegiatan kita didasari atau dilandasi dengan karakter yang kuat,” tuturnya.

 

 

 

 

Jakarta, 6 Juli 2020

Direktorat P3GTK

Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

 

Situs web: p3gtk.kemdikbud.go.id

Facebook: dit.p3gtk.kemdikbud

Instagram: dit.p3gtk.kemdikbud

Youtube: P3GTK Kemdikbud

Twitter: P3GTK_Kemdikbud

 

Tag:
Artikel Terkait