PERSIAPAN SEKOLAH MENUJU AKB BERBASIS BLENDED LEARNING

Bagikan

oleh P3GTK

Jakarta, Direktorat P3GTK, Kemendikbud--- “Kalau nanti Kota Bandung dinyatakan zona hijau, saat ini masih zona kuning, pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, sekolah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas, maka kami akan menerapkan konsep blended learning,” kata  Dr. Anne Sukmawati KD, M.M.Pd., Kepala SMKN 11 Bandung.

 

Konsep blended learning merupakan perpaduan pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembelajaran daring dengan dukungan Learning Management System (LMS) SCOLA, yang merupakan hasil kemitraan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan industri. Untuk mendukung pembelajaran tatap muka terbatas, Anne telah menyiapkan protokoler kesehatan dengan membentuk satgas covid-19.

 

“Kami sudah menyusun SOP covid-19, menyiapkan sarpras, juga sosialisasi dengan mengedukasi kepada ke siswa, orangtua, warga sekitar sekolah. Untuk itu kami sudah menyiapkan dana juga dukungan kemitraan dengan sejumlah pihak,” kata Anne, ketika berbicara pada Seri Webinar Guru Berbagi yang memasuki jilid kelima, pada Selasa, 7 Juli 2020.

 

Seri Webinar diselenggarakan Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Dit. P3GTK), melalui aplikasi zoom dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube, P3GTK Kemdikbud.  Anne sedianya menjadi pembicara kedua, namun dimajukan jadwalnya, karena pembicara pertama Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., hadir belakangan.

 

Penyiapan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka memang bukan hal mudah bagi SMKN 11 Bandung. Maklum, sekolah ini memiliki jumlah siswa yang banyak, tercatat 1.579 siswa yang tersebar di tujuh kompetensi keahlian, yakni pada bidang keahlian manajemen bisnis dan teknologi informasi dan komunikasi. Jumlah guru dan tenaga kependidikan, masing-masing sebanyak 98 orang dan 22 orang. 

 

PENERAPAN KURIKULUM IMPLEMENTATIF BERBASIS KOLABORATIF

 

Untuk mendukung pembelajaran luring dan daring melalui LMS, sekolah sudah Menyusun kurikulum implementatif berbasis kolaboratif. Beberapa hal yang disiapkan di antaranya adalah system penjadwalan blok, wokshop dan pelatihan guru, pembuatan bahan ajar dan modul, serta evaluasi pembelajaran berbasis produk.

 

“Intinya pembelajaran luring terbatas menggunakan modul, buku, dan mengakses siaran televisi atau radio. Sementara pembelajaran daring menggunakan model interaktif berbasis internet dan menggunakan LMS,” tutur Anne.

 

LMS SCOLA sangat membantu Anne sebagai kepala sekolah dapat memantau kegiatan pembelajaran di semua kelas. Ia dapat mengetahui jumlah guru yang hadir dan sedang mengajar di kelas. Ia juga tahu berapa siswa yang tengah mengikuti pembelajaran. “Saya juga bisa tahu kurikulum, melihat jelas bagaimana media pembelajaran yang digunakan seperti apa,” ujarnya.

 

Sekolah sudah menyiapkan simulasi pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun ajaran 2020/2021. Siswa yang hadir di sekolah hanya satu tingkat per minggunya, siswa tingkat lain pembelajaran daring. Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah diutamakan praktik kejuruan dan diskusi. Sementara yang sifatnya teori dilaksanakan melalui LMS, grup WA, telegram, atau siswa mengunduh materi pembelajaran saat di sekolah, untuk dipelajari secara mandiri.

 

“Misalnya, minggu pertama yang hadir kelas 10. Sisanya kelas 11 dan kelas 12 menggunakan daring LMS dibantu dengan modul yang sudah kolaboratif dan integratif beberapa pelajaran,” Anne menjelaskan. Minggu kedua giliran kelas 11 yang masuk sekolah, yang lain daring. Pada minggu ketiga, giliran kelas 12 yang masuk sekolah, selebihnya pembelajaran daring.

 

Penjadwalan jam masuk pun dibedakan selisih 15 menit. Jam 7.00 merupakan jam masuk kelas bagi siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Manajemen Logistik (MLog), dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Pukul 7.15 giliran jam masuk siswa jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Paling akhir, jadwal masuk pukul 7.30 khusus siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Multimedia (MM).

 

Begitu juga jam pulang dibedakan 15 menit. Pukul 12.00 merupakan jadwal pulang siswa AKL, M.Log dan TKJ. Disusul siswa BDP dan OTKP pulang pukul 12.15. Jam pulang terakhir, 12.15 untuk siswa jurusan RPL dan Multimedia.

 

KELAS KOLABORASI

 

Guru di sekolah melaksanakan pembelajaran daring dan tatap muka sesuai jadwal. Setiap guru harus menyiapkan modul pembelajaran yang bersifat kolaboratif dan integratif. Misalnya memadukan antar-mata pelajaran produktif dengan mata pelajaran muatan lokal dan nasional.

 

“Kami juga ada kelas kolaborasi melalui LMS. Jadi tiap guru yang mengajar jadwalnya sudah terblok di LMS,” ujarnya. Oleh karena itu, guru SMKN 11 Bandung wajib memiliki kompetensi mumpuni yang mampu membuat bahan ajar, media pembelajaran, hingga strategi pembelajaran.

 

Selama tiga bulan masa pembelajaran di rumah, pada April-Juni 2020 lalu, Anne sudah melaksanakan pembelajarnan kolaboratif dan integratif. Guru mapel MGMP produktif bersatu membuat grup WA. Mereka membuat pemetaan kompetensi dasar (KD) yang beririsan, kemudian membahas materi, teknis, dan penugasan. Misalnya grup WA kolaborasi pembelajaran kelas 10 dan 11 jurusan BDP. Siswa menerima penugasan, dengan bimbingan penugasan oleh guru. Siswa melaporkan perkembangan tugas pekerjaan setiap hari Rabu dan Jumat pukul 9.00. Tahap selanjutnya guru memberikan penilaian. 

 

Contoh kolaborasi antar-matapelajaran pada siswa jurusan AKL. Dalam kejuruan ada mapel dasar kejuruan (C1), kejuruan (C2) dan wajib nasional dan kewilayahan (C3). Kolaborasi mapel productid dengan muatan nasional, misalnya Sistem Komunikasi Digital, Etika Profesi, Akuntansi Dasar, Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Target kolaborasi adalah memahami jenis-jenis akuntansi, menerapkan etika profesi, membuat slide presentasi, melakukan presentasi efektif, dan mendapatkan penilaian mapel terkait.

 

 

 

 

Jakarta, 7 Juli 2020

 

Direktorat P3GTK

Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

 

Situs web: p3gtk.kemdikbud.go.id

Facebook: dit.p3gtk.kemdikbud

Instagram: dit.p3gtk.kemdikbud

Youtube: P3GTK Kemdikbud

Twitter: P3GTK_Kemdikbud

Tag:
Artikel Terkait