Suka Duka Belajar Dari Rumah Di Masa Covid 19

Bagikan

oleh P3GTK

 

Hal yang kami di lakukan ketika pemerintah kota membuat kebijakan untuk Belajar dari rumah bagi peserta didik kami langsung mengadakan rapat dewan Guru untuk mengambil langkah dan Strategi pembelajaran yang harus kami lakukan secara on line dan tetap memantau Guru2 di Sekolah untuk memberi pembelajaran sesuai jadwal semestinya

Ketika di keluarkan kebijakan berikutnya dimana Harus bekerja dari rumah ( WFH ) kami juga masih bisa melakukan brifing dan berkomunikasi baik dengan Guru dan siswa bahkan kmrn brifing juga di hadiri Pak Kadis dengan menggunakan aplikasi yg tersedia salah satunya adalah ZM ( Zoom Meeting )

 

Zoom Meeting bersama guru
Brifing bersama guru yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan.

 

Zoom Meeting bersama siswa pada kegiatan pembentukan
Tim Pduli Covid-19 SMPN 38 Medan

 

Meski banyak di medsos mengatakan sangat rentan untuk di retas  sejauh mana kebenarannya juga kami tidak tahu yang ada dalam benak kami adalah bangaimana bisa menjalin komunikasi dengan Guru dan siswa serta orang tua siswa

Kerinduan pasti ada untuk berkumpul bersama Guru dan siswa melihat canda tawa terkadang Guru yang curhat Bagaima cara untuk tetap bisa tersenyum menghadapi peserta didik dengan segala macam tingkah polah nya kapan kah Covid 19 akan berakhir..... ketika ZM  para guru meneteskan air mata bercerita tentang pengalaman Bekerja dari rumah dan Belajar dari rumah

Dengan kondisi yang ada tidak membuat kami terbelenggu tapi kami memerdekakan pikiran kami untuk bisa saling memberi masukan langkah langkah apa yang harus kami lakukan dengan keterbatasan fasilitas yg ada di mana Siswa kami pada umumnya tingkat sosial menengah ke bawah

 

 

Maka guru2 dan seluruh siswa serta orang tua saling bergandeng tangan membentuk Tim Peduli Covid - 19 yang beranggotakan Siswa dan orang tua siswa yang lumayan ekonominya agar bisa membantu teman temannya yang tidak mampu dengan memberi catatan kepada temannya dari tugas yang di berikan Ibu / Bapak Guru dan temannya tsb mengantarkan kembali tugas kepada temannya yg memiliki HP solusi yang lain adalah Guru langsung mengantarkan tugas kepada peserta didik dan menjemput kembali dengan batas waktu yang di sepakati bersama

 

 

 

Terkadang ada rasa jengah dan bahkan parno dengan banyaknya berita yang bermunculan yang mengharuskan kita benar benar harus selektif dalam membaca dan memahami berita yang kita lihat dan dengar kemampuan berliterasi sangat di butuhkan tidak semua info di lalap habis tanpa menyaring terlebih dahulu dan yang lebih parah langsung kita share

Wadduh ...... Kudu hati2 kita ya Gaes (Pinjam istilah anak Milenial hihi )

Cerita selanjutnya adalah.....

Rumahku adalah Surgaku..... Excellent

Anak2 yg rindu masakan ibunya terjawab lah sudah pujian demi pujian ak dapatkan setiap hari dari anak2 dan suami pastinya

Masakan mama enak.... maunya setiap hari mama yg masakin buat kami

Hihi Efek Stay at Home  

Jadi rajin googling cari resep masakan bersama anak2 merencanakan menu masakan benar benar kebersamaan yang jarang bukan tidak pernah kami lakukan tapi intensitasnya sangat kecil sekali karena kesibukan masing2 ketemunya hanya pada saat makan malam

Kalau pagi sampai jelang malam sudah berjibaku dengan kegiatan masing masing

PHBS memang sudah terhabituasi tapi dengan adanya Covid 19 semakin di tingkatkan menyiapkan handsanitizer di ruang tamu dan cairan desinfektan serta sesering mungkin mencuci tangan , sangat mengurangi interaksi dengan orang lain kalau bila terpaksa baru di lakukan dengan segala macam atribut yg harus di gunakan baju lengan panjang , kacamata , sarung tangan, masker dan handsanitizer sll di bawa

Naaaah..... yang paling seru nih kami juga merumahkan ART tanpa harus memotong apalagi me nol kan pendapatan nya konsekuensinya kami berbagi tugas untuk mengerjakan tugas rumah yang selama ini di kerjakan ART asik sih rasa memiliki rumah itu berkali2 lipat I love u 3000 deh pokoknya ( seperti judul lagunya Stephanie putrie )

Ohya..... ak punya anggota baru Alhamdulillah telah lahir cucu kami dari anak pertama kami namaya Achmad Zafran Legawa          semoga jadi anak yang Soleh sehat dan berbakti Aamiin..... dan kegiatan baru kami lakukan secara bersama2 memandikan nyetrika baju baby yg harus ekstra hati - hati

So..... tanaman yg ada di halaman rumah semakin sehat dan subur karena selama ini kurang perhatian dari pemilik rumah

Yang paling utama sekali Ibadah di lakukan bersama dengan anggota keluarga bisa di lakukan secara full

Sejuk.... Adem.... nyaman

Mari kita manfaatkan waktu yang banyak tersedia di tengah pandemi Covid 19 semoga bisa sama2 kita antisipasi dan memutus mata rantai penyebarannya

 

#Suka duka Belajar Dari Rumah

# Stay at Home

# No Bad Mood and No Boring

# Self Healthy

# Self Healing

# Social Distancing

 

 

Hj.Rohanim,S.Pd.MM

Kepala UPT SMPN 38 Medan

Tag:
Artikel Terkait