Suka Dukaku WFH Dalam Masa Pandemi Corona Virus 19 Pada Tahun 2020

Bagikan

oleh P3GTK

 

Awal Tahun Pelajaran 2019/2020 seperti biasa sebagai seorang pimpinan yang kuemban dan untuk menjalankan amanah dalam tugas, selalu dilakukan evaluasi, evaluasi dan evaluasi dari program sekolah sudah dilaksanakan pada satuan pendidikan. Semua ini kulakukan bersama tim work yang sudah disepakati. Hal ini lakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan mutu dan kualitas sekolah serta dapat meningkatkan program kedepannya lebih baik, tentunya sesuai Visi dan Misi sekolah “ TERWUJUDNYA SISWA BERAKHLAQ MULIA, BERKUALITAS, BERBUDAYA DAN TANGGAP BENCANA DALAM BINGKAI KEBHINNEKAAN”.Aktivitas di sekolah berjalan sesuai tugas dan fungsinya masing - masing pada semester 1 walaupun hambatan atau rintangan selalu berwarna warni, namun dapat direfleksi dan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Seiring waktu menjelang pertengahan semsester 2, awal pebuari 2020, berita mewabahnya corona dari Negara Wuhan China, begitu menghebohkan, namun tanpa diduga wabah virus corona ini mulai mewabah ke Negara yang ku banggakan ini, tepatnya pada pertengahan bulan Maret pada tanggal 16 Maret 2020, Berdasarkan keputusan Preseiden dan Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang di tindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah setempat sampai ke sekolah agar semua sekolah ditutup, tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi. Semuanya disikapi dengan Work From Home ( WFH )  dan Belajar Dari Rumah ( BDR ) tanpa terkecuali. Sehingga Tahun Pelajaran 2019/2020 Pemerintah mempercepat kebijakan untuk tidak ada lagi USBN yang seharusnya direncanakan baru diberlakukan pada TP 2020/2021 nanti.

 Dalam hal ini terus terang pikiranku berpacu kencang untuk memikirkan kembali tekhnik dan menata arahan tersebut dengan  bijak dan professional, agar semua warga sekolah mengerti dan para orang tua memahami serta dapat bekerjasama untuk melawan covid-19 ini dengan pikiran positif. Para guru perlu diarahkan agar segala arahan bekerja di rumah dan bagi peserta didik dapat belajar dari rumah betul-betul bisa dilakukan. Tentunya peran sebagai orang tua dalam hal ini berperan ganda dan perlu komunikasi yang jelas dan tuntas sebagai perlibatan pendampingan dalam membimbing dan memantau putra putrinya di rumah. Guru mempersiapkan rencana yang sesuai tema dan arahan lalu orang tua yang mengalihfungsikan untuk mengajar dengan segala kemampuannya didalam keluarga. Tidak sedikit orangtua bingung dalam mengarahkan dan mengajar serta membimbing anaknya secara penuh. Yang selama ini tidak semua orang tua peduli dan perhatian berat pada putra putrinya dalam belajar, dengan mewabahnya covid-19 ini pelibatan orngtua diperlukan.

Ada yang jujur mengeluarkan rasa hatinya “ ternyata menjadi guru itu susah dan perlu kesabaran yang tinggi.” Segala keterbatasan kemampuan orang tua harus dirasakan oleh putra putrinya. Para orang tua juga diminta untuk merekam belajar dan membuat dokumentasi seperti video dan poto belajar. Yang siap dilaporkan kembali ke guru masing – masing sebagai pertanggungajawabannya terhadap tugas putra putrinya. Ada antusias orang tua yang sangat mantap dalam pelakasanaan tugas bimbingannya. Dan ada juga orang tua merasa kerepotan untuk membantu tugas putra putrinya karena latar belakang pendidikan dan kemampuan ekonomi serta pemahaman IT yang berbeda beda.Tidak semua peserta didik menghasilkan sesuai arahan guru karena tuntutan harus menggunakan telepon genggam yang android, ada siswa yang tidak melaporkan hasil belajarnya di rumah lantaran orang tua tidak punya android, sibuk bekerja untuk mencukupi kebutuhannya sehari hari serta kualahan untuk membeli pulsa atau paket internet. Semua kesulitan siswa di terima oleh guru, dan otomatis guru memintaku membuat kebijakan sebagai pimpinan satuan pendidikan untuk menyikapi dan jalan keluarnya seperti apa. Dalam hal ini guru membuat kelompok belajar yang terkait kemampuan dan latar peserta didiknya dengan baik, agar semua mereka dapat mengikuti dan dapat menyerahkan laporan tugasnya sesuai waktu yang sudah disepakati.

Dalam tugasku sebagai pimpinan pada saat sekolah diliburkan semasa melawan wabah covid-19 ini meerasa semua program sekolah yang sudah direncanakan pada semester 2 ini sangat berbeda terganggu, diantaranya :

  1. Pelaksanaan Khataman Qur’an bagi kelas 6 di tiadakan
  2. Pelaksanaan pelepasan dan penyerahan kelas 6 kepada orang tua di batalksn
  3. Pelaksanaan Workshop peningkatan mutu guru di batalkan.
  4. Pelaksanaan penutupan Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan program Pawai Budaya Sekolah dengan tema “ Dengan semangat Hari Pendidikan Kita tingkatkan kepedulian pemanfaatan barang bekas sebagai  wujud Tanggap Bencana dan kreatifivitas  dalam kebhinnekaan “ di pending.
  5. Program penghijauan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup melalui penanaman secara hidroponik terkendala.
  6. Urusan Work From Home bebas di waktu sulit dalam proses karena selalu tidak komitmen dalam pembagian waktu kerja.

Pembelajaran yang dapat dipetik semasa mewabahnya covid-19 ini diantaranya :

  1. Menantang pemikiran cerdas, kreatif dan inovatif kepala sekolah
  2. Menggali pola pikir kecerdasan guru
  3. Perencanaan dari dunia nyata ke dunia maya
  4. Penerapan berkelanjutan nilai karakter kedalam keluarga ( bentuk emosional, social, keagamaan dan kopetensi kepribadian ).
  5. Mengeksplorasi kekuatan potensi pada peserta didik
  6. Memotivasi melek informasi
  7. Mendesain bahan ajar oleh guru
  8. Mempererat hubungan dalam keluarga
  9. Mengajar lebih peduli disiplin, kebersihan dan kepedulian terhadap orang lain
  10. Mendidik untuk lebih banyak bersyukur, bersabar dan kejujuran yang tinggi dari pribadi.

Demikian cerita pengalamanku dalam mengemban amanah semasa mewabahnya covid-19 di tahun 2020 ini, semoga situasi sulit ini cepat berakhir dari tanah air yang kucintai ini, agar situasi sekolah dapat kembali berjalan seperti semula dan tidak ada rasa kekawatiran dalam proses bekerja, asal kita semua dapat mengikuti protocol kesehatan dengan benar, salam sehat aamin, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” SEMANGAT”

 

Niatjitra Koesuma

Kepala SDN.No.004 Tanjungpinang Barat

Artikel Terkait