Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) Merupakan Ujung Tombak Pelayanan di Sekolah

Bagikan

oleh P3GTK

GTK, Jakarta –  Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan GTK, Dr. Santi Ambarrukmi, M.Ed. mengatakan selama ini kita lebih sering membahas peran kepala sekolah, guru dan pengawas di masa pandemi Covid-19. Padahal di belakang mereka ada yang memiliki peran yang tidak kalah penting yakni tenaga administrasi sekolah, tenaga laboran, dan tenaga perpustakaan.

“Di masa pandemi Covid-19 ini peran tenaga adminstrasi sekolah, tenaga laboran dan tenaga perpustakaan juga tidak kalah penting,” ujarnya saat menjadi pembicara kunci pada Webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan,  Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga,  Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (19/5/2020).

Acara yang mengangkat tema “Peran dan Tantangan Tenaga Administrasi Sekolah, Tenaga Laboran dan Tenaga Perpustakaan di Masa Pandemi Covid-19” ini dimoderatori oleh Analis Kebijakan Ahli Muda  Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan GTK, Yudi Herman serta menghadirikan 3 narasumber yaitu Ketua Asosiasi Tenaga Administrasi Sekolah (ATAS),Taufiq Rohman Dhohiri, Dosen Politeknik Negeri Bandung Moeljono, dan Ketua PP Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia ( ATPUSI),  Muhammad Ikhsanudin.

Dalam pemaparannya Taufiq Rohman Dhohiri mengatakan bahwa peran Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) juga sangat penting. Sebab sebagai bagian satuan pendidikan TAS merupakan ujung tombak yang memberikan pelayanan baik kepada siswa, guru, kurikulum, orang tua, tamu, dan masyarakat sekitar.

“Di kondisi seperti ini, di tengah wabah Covid-19 TAS tetap stand by memberikan pelayanan kepada guru, siswa, orang tua, tamu, dan masyarakat sekitar. Ada yang berkantor dan ada yang bekerja dari rumah. Dan tentunya tetap menjalankan protokol yang sudah diatur oleh pemerintah,” ujarnya.

Kasubag TU di SMA Negeri 38 Jakarta ini mengatakan dalam melaksanakan tupoksinya TAS harus melakukan koordinasi, yakni dengan membangun komunikasi antara kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua.

Lebih lanjut dia menjelaskan langkah-langkah strategis dalam mengelola TAS di masa pandemi seperti  saat ini  yakni dengan membangun kedekatan sosial dengan staf, membuat jadwal piket dengan komposisi yang proposional dan  memastikan kegiatan pelayanan yang direncanakan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau home learning.

“Sosialisasi SOP, pelayanan administrasi sekolah, kepala sekolah dan seluruh stake holder (pencegahan Covid-19 dan protokol kesehatan) serta memberikan apresiasi kepada staf yang bekerja keras dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Tag:
Artikel Terkait